JAKARTA - Publik menyoroti maraknya masyarakat yang menjadi korban mafia tanah. Bahkan, mafia tanah menyasar hingga kalangan publik figur.
Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) DKI Jakarta, Christian Thomas mengatakan bahwa mafia tanah biasanya bergerak secara berkelompok.
Aksi kejahatan para mafia tanah biasanya terorganisir yang mempunyai niat mengakui tanah yang bukan miliknya dengan cara ilegal. Menurut Christian, mafia tanah bergerak biasanya setelah menemukan investor.
"Sebenarnya mafia tanah itu kalau diurai itu pasti satu ada investor, ini pure bisnis mungkin dia ormas, ketua geng, ketua preman, tapi pasti ada investor ada narasumber (narsum), narsum ini bisa di kelurahan bisa di tempat-tempat informasi untuk mengecek status suatu tanah," kata Thomas dalam Podcast Aksi Nyata Perindo, Kamis (24/11/2022).
Baca juga: Wakil Ketua DPW Perindo DKI Jakarta Ingatkan Mafia Tanah Tak Hanya Sasar Tanah Kosong