"Saya hanya menganggapnya mencengangkan," katanya.
"Saya tahu saat ini, ceritanya adalah tentang perlakuan buruk terhadap wanita, tetapi apa yang diungkapkan oleh penyelidikan kami adalah juga pria yang merasa sangat terpengaruh oleh perlakuan yang mereka terima,” ungkapnya.
Sementara itu, Center for Military Justice, sebuah badan amal yang memberikan dukungan hukum gratis dan independen untuk melayani atau mantan anggota Angkatan Bersenjata, menanggapi wawancara First Sea Lord pada Minggu (27/11/2022) dengan sebuah cuitan di Twitter.
"Untuk setiap satu langkah maju, kita sepertinya mundur dua langkah," tulisnya.
(Susi Susanti)