Rekayasa arus lalu lintas dengan cara buka tutup juga tidak diberlakukan lagi. Alat berat yang semula menghambat arus lalu lintas di bahu jalan, sudah seluruhnya disterilkan.
Area longsor setinggi 10 meter di dekat Warung Sate Shinta telah dirapikan untuk mengantisipasi longsor susulan dengan meratakan gundukan tanah.
Wisata bencana
Melintas di lokasi gempa Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, masih terlihat kerumunan warga korban gempa yang menyerbu kendaraan distribusi logistik.
Bantuan itu berasal dari sejumlah yayasan maupun komunitas di luar Kabupaten Cianjur, seperti Jabodetabek, Bandung, Sukabumi, hingga Palembang.
Iring-iringan kendaraan minibus pengantar bantuan rata-rata sebanyak dua hingga lima unit kendaraan. Satu kendaraan rata-rata diisi oleh lebih dari empat penumpang.
Pendatang di lokasi itu juga ada yang berasal dari warga negara asing. Sejumlah tim evakuasi melarang mereka berswafoto di lokasi kejadian karena tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri, seperti helm maupun rompi.
Spanduk bertuliskan "Di sini bukan area selfie dan wisata gempa" tampak terpasang di sejumlah pintu masuk menuju lokasi pengungsian penduduk di Jalan Nagrak Salahuni.
Area perkampungan padat penduduk itu masih menjadi daerah tujuan distribusi bantuan, menyusul jumlah korban gempa yang mencapai 9.000-an jiwa.
Sebagian besar korban tampak mencari sisa harta benda yang masih bisa diselamatkan pada puing bangunan yang runtuh. Sebagian lainnya memperbaiki bangunan yang masih layak secara swadaya.
Koordinator Misi Pencarian Basarnas Jumaril menyebut aktivitas wisata bencana menjadi salah satu pemicu hambatan mobilitas petugas penyelamat karena memicu kemacetan lalu lintas.
"Wisata bencana kalau bisa dihindari. Mobilitas logistik kami terhambat, bukan hanya makanan, tapi juga peralatan. Itu juga kan terhambat," kata dia.
Perpanjang tanggap darurat
Hingga hari ke-10 setelah kejadian, tercatat 703 orang korban luka akibat gempa di Cianjur, 39.985 titik pengungsian, 108.720 orang pengungsi terdiri dari 52.987 laki-laki dan 55.733 perempuan, 327 orang meninggal dunia, dan 13 orang masih dalam pencarian.
Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan bahwa proses pencarian korban yang seharusnya berakhir pada Rabu kembali diperpanjang selama tiga hari ke depan atau sampai Sabtu (3/12).
Perpanjangan waktu pencarian korban gempa Cianjur diputuskan karena hingga Rabu (30/11) masih ada terdapat laporan warga hilang yang belum diketemukan.
Misi pencarian korban yang melibatkan Tim SAR gabungan sudah berakhir Rabu, tapi melihat kondisi di lapangan dan mengamati masukan para ahli, warga masih ada yang berharap bisa menemukan korban.