Presiden Soeharto Andalkan Benny Moerdani Benahi Intelijen Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 05 Desember 2022 15:07 WIB
Benny Moerdani (Foto: Gusdurnet)
Share :

JAKARTA - Jenderal TNI Leonardus Benny Moerdani merupakan legenda intelijen di Indonesia. Dia merupakan mantan Panglima TNI pilihan Presiden Soeharto.

Melansir dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap mengulas habis kisah Benny Moerdani mulai dari operasi pembebasan Papua, Timor Timur, sampai ditunjuk Pak Harto menjadi Panglima ABRI.

Pria kelahiran Cepu, Blora Jawa Tengah, 2 Oktober 1932 itu juga diminta oleh Pak Harto untuk membenahi masalah intelijen.

Pada 1974 silam, Presiden Soeharto memanggil pulang Benny Moerdani yang ketika itu sedang bertugas menjadi Kuasa Usaha Ad Interim Indonesia di Korea Selatan. Di tanah air, suasana politik tengah memanas pascameletusnya peristiwa Malari akibat dari penolakan mahasiswa terhadap kedatangan Perdana Menteri Jepang pada saat itu, Kakuei Tanaka.

Baca juga: Ketika Benny Moerdani Tolak Permintaan Bung Karno untuk Jadi Prajurit Cakrabirawa

Setiba di Tanah Air bersama Ali Moertopo, Benny langsung menghadap Presiden Soeharto.

Di Istana Negara, Soeharto mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kinerja intelijen Indonesia. Terutama menangani peristiwa Malari dan membutuhkan tenaga baru yang cocok.

Baca juga: Kala Sersan Kopassus Berani Todongkan Senjata ke Muka Benny Moerdani

Marsekal Muda Purnawirawan Teddy Rusdy, tangan kanan Benny mengatakan operasi intelijen terimbas persaingan dari Ali Moertopo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Operasi Khusus Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) dan Wakil Pangab Jenderal TNI Soemitro. Akibat nya fungsi intelijen tidak efektif.

“Benny dihadirkan untuk meredam persaingan serta menata ulang sistem intelijen Indonesia,”ujar Teddy.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya