JAKARTA - Proses evakuasi korban gempa Cianjur masih berlanjut. Diketahui, gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 itu meluluhlantakkan Kabupaten Cianjur pada Senin 21 November 2022.
Salah satu proses evakuasi korban yakni dengan melakukan identifikasi korban meninggal dunia. Itu dilakukan Tim Identifikasi Korban Bencana yang lebih dikenal dengan Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
BACA JUGA:Breaking News! Korban Meninggal Gempa Cianjur Menjadi 600 Orang
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan, tim DVI merupakan bagian dari pendataan korban yang langsung dikeluarkan oleh Posko Tanggap Darurat Gempa Cianjur.
"Data korban yang dikeluarkan oleh data center di posko salah satunya dari DVI yang ada di RSUD Sayang Cianjur ini," ujar Raditya dalam laman resmi BNPB, Senin (12/12/2022).
Raditya menambahkan, penanganan gempa Cianjur diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Sehingga, mampu terciptanya kolaborasi dari berbagai pihak dalam menangani berbagai bencana.
"Ke depannya diharapkan kolaborasi lebih intens dengan tim DVI terutama dalam proses respons tanggap darurat," katanya.
BACA JUGA:Benarkah Pergerakan Sesar Cimandiri Jadi Penyebab Gempa Cianjur?
Di sisi lain, Dokter Puspa Yuwi yang menjadi salah satu personel tim DVI Polda Jawa Barat berujar, DVI melakukan pendataan berdasarkan adanya laporan kehilangan dari keluarga maupun kerabat.
"Pos ante mortem yang menerima pelaporan orang hilang, dengan menggali sebanyak mungkin ciri-ciri fisik ketika hidup dan mengumpulkan bukti identitas orang yang dilaporkan hilang tersebut serta mengambil sampel DNA keluarga," ujarnya.
Sementara itu, Dokter Ihsan Wahyudi selaku Dokter Forensik yang bertugas menangani identifikasi jenazah menjelaskan, setelah pos ante mortem selanjutnya pos post mortem yang salah satu tugasnya melakukan pencocokan data dari jenazah yang ditemukan dengan data-data orang yang dilaporkan hilang.
"Menerima korban atau jenazah dan melakukan pemeriksaaan secara detail dan identifikasi, kemudian melakukan pengambilan sampel DNA, hingga pemulasaran sesuai permintaan keluarga," kata Dokter Ihsan.
(Arief Setyadi )