Jadi Korban Perampokan, Wali Kota Blitar Minta Rumah Dinas Dijaga Anggota TNI-Polri

Solichan Arif, Jurnalis
Rabu 14 Desember 2022 11:46 WIB
TKP rumah dinas Wali Kota Blitar. (Foto: Antara)
Share :

BLITAR Wali Kota Blitar Santoso bersyukur masih diberi keselamatan atas musibah perampokan di rumah dinas (rumdin) Wali Kota Blitar yang menimpanya Senin 12 Desember 2022 ini.

Kendati demikian, Wali Kota Santoso meminta ada pengkajian ulang atas fasilitas pengamanan yang diterima kepala daerah. Pengamanan hanya oleh petugas Satpol PP menurutnya belum cukup.

“Saya berharap menjadi evaluasi kalau perlu ada penambahan personel dari TNI dan Polri,” ujar Santoso kepada wartawan. Perampokan di rumdin Wali Kota Blitar berlangsung antara pukul 3-4 dini hari.

 

Pelaku mengendarai mobil berpelat merah yang saat ini masih diselidiki polisi, apakah asli atau palsu. Para pelaku yang diduga berjumlah 5 orang dengan mudah melumpuhkan 3 orang petugas satpol PP di pos jaga.

Ketiga petugas disekap dengan tangan, kaki, mulut dan mata diikat lakban. Sebanyak 3 orang pelaku lantas menerobos masuk kamar Wali Kota Blitar dengan menjebol pintu kamar.

Baca juga:  Terungkap, Uang Rp400 Juta yang Digasak Perampok dari Rumdin Wali Kota Blitar Akan Digunakan untuk Bayar Utang

Santoso disergap sekaligus ditengkurapkan dengan muka menghadap lantai ruangan. Tangan, kaki, mulut dan matanya dilakban. Begitu juga istrinya, Ny Feti Wulandari juga disekap dengan posisi berdiri.

Santoso mengaku mengalami sejumlah penganiyaan. Ia dipukul dan ditendang berkali-kali saat pelaku memaksanya menunjukkan tempat penyimpanan uang. Santoso akhirnya menyerah saat pelaku mengancam hendak menelanjangi istrinya.

Para pelaku membawa kabur uang tunai Rp400 juta serta perhiasan milik istrinya yang disimpan di dalam almari. Sebelum pergi, kawanan perampok lebih dulu membawa box recorder CCTV sekaligus memutuskan kabel jaringan yang ada.

Terkait perlu adanya personel TNI dan Polri, Santoso beralasan seorang pejabat negara harus diamankan dan dijaga dari semua hal-hal yang tidak diinginkan.

Selama ini di rumdin Wali Kota Blitar hanya ada petugas Satpol PP. Praktis, yang menghuni rumdin hanya 5 orang, yakni Santoso dan istri serta 3 orang petugas Satpol PP.

“Apalagi tahun politik. Supaya tugas saya menjalankan pengabdian di masyarakat bisa lebih amanah dan nyaman,” ujar dia.

Kendati demikian, Santoso enggan berandai-andai atas musibah yang menimpanya. Ia menyerahkan seluruh pengusutan kasus kepada aparat kepolisian.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya