Putin: Rusia Akan Lawan Sanksi dengan Ubah Arus Perdagangan Energi, Termasuk Ekspor Gas ke China

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 16 Desember 2022 17:52 WIB
Putin tegaskan Rusia akan lawan saksi Barat dengan ubah arus perdagangan energi (Foto: Antara/Reuters)
Share :

LONDONPresiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan memperluas kerja sama perdagangan dengan mitra baru, termasuk dengan meningkatkan ekspor gas ke China, untuk melawan sanksi Barat.

Ketika pengeluaran untuk perang di Ukraina memeras dana untuk kesehatan dan pendidikan, Putin berjanji kepada masyarakat Rusia bahwa dana pensiun dan upah minimum akan terus meningkat.

"Kita akan menghapus pembatasan logistik dan keuangan. Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa dengan memberlakukan sanksi, negara-negara Barat berusaha mendorong Rusia ke pinggiran pembangunan dunia. Namun, kami tidak akan pernah mengambil jalur isolasi diri," kata Putin dalam pidato yang disiarkan di televisi, Kamis (15/12/2022), dikutip Antara.

BACA JUGA: Tak Lagi Pakai Dolar, Rusia Sebut China Akan Mulai Bayar Gas dalam Mata Uang Rubel dan Yuan

Dia mengatakan Rusia akan mengembangkan hubungan ekonominya dengan mitra di Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk menggagalkan upaya Barat untuk mengisolasi Moskow secara ekonomi.

BACA JUGA: Rusia Hentikan Pasokan Energi, Ukraina Serukan Dukungan Maksimal

Penjualan energi Rusia ke Uni Eropa (EU) telah menurun tajam sejak dimulainya perang di Ukraina, karena EU berupaya mengurangi ketergantungan pasokan energi pada Moskow.

Putin mengatakan Rusia akan meningkatkan penjualan gas ke "timur" dan mengungkapkan rencananya untuk membangun "pusat gas" baru di Turki.

Dia mengatakan akan menentukan harga penjualan gas ke Eropa menggunakan "platform elektronik".

Seperti diketahui, Rusia mulai menjual gas alam ke China pada akhir 2019 melalui Power of Siberia Pipeline, yang memasok sekitar 10 miliar meter kubik (bcm) gas pada 2021, dan akan mencapai kapasitas penuhnya sebesar 38 bcm pada 2025.

Rusia berencana membangun jalur pipa kedua melalui Mongolia. Putin mengatakan proyek tersebut akan memungkinkan Rusia untuk meningkatkan penjualan gasnya ke China menjadi 48 bcm per tahun pada 2025 dan menjadi 88 bcm pada 2030.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya