Kisah Jaka Tingkir Menukar Tanah Mataram dan Pati dengan Nyawa Arya Penangsang

Solichan Arif, Jurnalis
Senin 26 Desember 2022 04:58 WIB
Share :

JAKA Tingkir atau Sultan Hadiwijaya, Raja Pajang diminta memerangi Adipati Jipang Panolan (sekarang Cepu, Blora) Arya Penangsang. Bahkan menumpasnya. Ratu Kalinyamat berdiri di belakang Jaka Tingkir. Istri Jaka Tingkir, yakni Ratu Mas Cempaka adalah adiknya.

Ratu Kalinyamat dan Ratu Mas Cempaka merupakan putri Sultan Trenggono, putra Raden Patah, Sultan Demak pertama. Sementara Arya Penangsang putra sulung Pangeran Surowiyoto atau Raden Kikin atau Pangeran Sekar Seda Lepen. Raden Kikin juga putra Raden Patah.

Antara Ratu Kalinyamat dan Arya Penangsang terjalin hubungan sebagai sepupu. Namun Kalinyamat ingin Penangsang mati. Penangsang telah membunuh suaminya, Pangeran Hadiri. Arya Penangsang juga yang menghabisi Sunan Prawoto, kakak Ratu Kalinyamat (1549).

Jaka Tingkir juga kurang menyukai Arya Penangsang, namun diam-diam memiliki perasaan segan. Selain keturunan Demak langsung, Arya Penangsang juga bukan lawan yang sembarangan. Ia pun memilih menggelar sayembara berhadiah. Nyawa Arya Penangsang ditukar dengan hadiah dua bidang tanah.

Barang siapa yang sanggup melenyapkan Penangsang, Raja Pajang akan menghadiahi hutan Mentaok (kelak menjadi Kerajaan Mataram Islam) dan Pati. Namun sejak sayembara dibuka, tidak ada yang berminat menjadi peserta.

Hingga datang menghadap 4 orang yang sekaligus menyatakan kesanggupan. Keempat orang yang berasal dari Boyolali itu adalah Ki Ageng Pemanahan, Ki Ageng Panjawi, Ki Juru Martani dan Danang Sutawijaya, putra Ki Ageng Pemanahan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya