Dipersembahkan ke Generasi Muda untuk Menjaga Laut, Kepala Bakamla Luncurkan Buku 'Guarding The Sea For Our Future'

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 31 Desember 2022 11:10 WIB
Kepala Bakamla luncurkan buku 'Guarding The Sea for Our Future' (Foto: Humas Bakamla RI)
Share :

Bab II bertajuk Potensi Kelautan Indonesia, menggambarkan secara komprehensif potensi dari kelautan Indonesia dalam bentuk sumber daya alam hayati dan non hayati, yang sangat potensial untuk menopang pembangunan nasional Indonesia mewujudkan citacita dan tujuan nasionalnya.

Bab III bertajuk Keamanan Laut dan Tantangannya, menguraikan tentang ragam ancaman maritim dan dampaknya. Pada bagian ini juga penulis melakukan sintesa menyusun definisi keamanan maritim dalam perspektifnya. Penulis juga menguraikan dimensi tantangan keamanan laut dan kerangka kerja untuk menghadapinya melalui sinergi kehadiran, revitalisasi tata kelola dan regulasi sebagai landasannya.

Bab IV bertajuk Tata Kelola Keamanan Laut Indonesia, menguraikan tranformasi tata kelola keamanan laut sejak kemerdekaan hingga masa kini sebagai gambaran bahwa perubahan adalah keniscayaan. Penulis juga menunjukkan tren masa kini tata kelola yang cenderung mengarah pada satu agensi tunggal yang dikenal dengan Coast Guard. Coast Guard tidak saja berada dalam ranah penegakan hukum tetapi juga sebagai alat diplomasi maritim di laut perbatasan dalam kerangka regional maupun global.

Bab V, bertajuk Membangun Keamanan Laut Kini dan Mendatang, bab ini menguraikan tentang pentingnya membangun paradigma sebagai landasan pikir dan sikap membentuk tata kelola keamanan laut yang ideal. Ada 8 ide utama dalam 3 dimensi yaitu pengelolaan yurisdiksi, pengelolaan perairan dan pengelolaan kamla regional. Kedelapan ide utama itu adalah pertama, konsepsi single agency. Kedua, strategi kamla di perbatasan laut. Ketiga, Indonesia Maritime Information Center. Keempat, Alur Pelayaran Tol Laut. Kelima, Seabed Sonar Surveillance. Keenam, Electronic Maritime Law Enforcement. Ketujuh, provisional arrangement di perbatasan laut, dan kedelapan adalah membentuk ASEAN Coast Guard Forum.

Diakhir sambutannya, Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia mengatakan Ibarat peribahasa, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, kepemimpinan di Bakamla akan senantiasa silih berganti, dan setiap pemimpin pun akan meninggalkan warisannya. Warisan bukan tentang apa yang dilakukan penulis untuk dirinya tetapi tentang apa yang penulis lakukan untuk generasi di masa datang termasuk konsepsi dan pemikiran yang dapat diimplementasikan di masa mendatang.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya