Cerita Pemilu 1955, Suara PSI Jeblok dan Sjahrir yang Tak Peduli

Solichan Arif, Jurnalis
Senin 02 Januari 2023 09:26 WIB
Sutan Sjahrir. (Foto: Wikipedia)
Share :

Pemulihan ekonomi yang lambat dan meluasnya pengeluaran pemerintah mengakibatkan inflasi yang terjadi sejak masa perang kemerdekaan, terus berlanjut. Biaya penghidupan tinggi.

Sejumlah kota besar menjadi pusat kegiatan politik, sedangkan masalah-masalah di pedesaan sering diabaikan. Jawa mendapat perhatian utama, sedangkan luar Jawa seolah telah dianaktirikan.

Kendati demikian, pendidikan mendapat prioritas dan jumlah sekolah meningkat. Jumlah melek aksara mengalami kenaikan. Pada rentang waktu 1953-1960 jumlah murid sekolah dasar naik dari 1,7 juta menjadi 2,5 juta orang, meski sekitar 60 % dari mereka umumnya putus sekolah.

Soebadio dalam bukunya mengatakan, meski perolehan suara PSI merosot di Pemilu 1955, Sjahrir merupakan tokoh bangsa yang sukses. Ia mewariskan ilmu, daripada harta benda.

Dan Pemilu 1955, kata Soebadio tidak banyak menghasilkan penyelesaian.”Dan tambahan pula meratakan jalan ke arah didiskreditkannya lebih jauh sistem demokrasi parlementer,” katanya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya