CIANJUR - Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini mendampingi Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa di Cianjur pada Rabu, (4/1/2023) di Kampung Lanjung, Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Santunan diserahkan kepada 478 ahli waris masing-masing Rp15 juta, dengan nilai total Rp7,17 M. Selain menyerahkan santunan, Wapres juga menyerahkan 2.000 paket sembako kepada masyarakat.
BACA JUGA:Rozy Gagal Laporkan Norma Risma, Polda Banten: Belum Cukup Bukti!
Pada kesempatan itu, Mensos Risma mengimbau kepada ahli waris agar menggunakan santunan sesuai dengan kebutuhan dan dapat berhemat.
"Kalau misalkan kebutuhan makan kan bisa dipenuhi dari dapur umum.Jadi tidak perlu mengadakan sendiri. Yang kedua bisa berhemat,” ujar Mensos dikutip dalam keterangan resminya, Kamis (5/1/2023).
Pada giatnya ke Lapangan Jagaraksa Warungkondang, Mensos meninjau langsung proses penyaluran santunan. Adapun santunan disalurkan dengan metode cash transfer dimana masyarakat dibuatkan rekening tabungan dan ATM untuk mengambil dana.
BACA JUGA:Breaking News! Dua Sejoli Disiram Bensin dan Dibakar OTK di Penjaringan, Satu Tewas
Kemensos sendiri menyiapkan petugas untuk melakukan verifikasi data penerima santunan. Proses pengambilan santunan berjalan kondusif.
Masyarakat yang datang dapat langsung membuka rekening tabungan dibantu oleh petugas bank dan langsung mengambil uang melalui ATM keliling yang disediakan di lokasi Lapangan Jagaraksa Warungkondang.
Meskipun mendapatkan bantuan dari pemerintah, Mensos berharap masyarakat bisa berdaya dan mendapatkan penghasilan walaupun tinggal di pengungsian. “Makanya di sini beberapa kita ajarkan bagaimana mereka bisa mencari nafkah melalui dapur kreasi,” kata dia.
Tim Kementerian Sosial, lanjut Mensos, juga telah mengajarkan masyarakat agar mampu mandiri dan mengelola kebutuhan yang berhubungan dengan pengungsian secara swadaya. Upaya ini untuk mengantisipasi jika masa tanggap darurat tidak diperpanjang.