“Kanada membutuhkan armada tempur untuk melindungi kedaulatan salah satu hamparan wilayah udara terbesar di dunia yakni perbatasan Arktik negara yang luas,” terang Anand.
Karena itu, pemerintah menyetujui pembelian jet tempur seharga USD14,2 miliar (Rp221 triliun) termasuk konstruksi di dua pangkalan udara di Alberta dan Quebec, serta peralatan dan layanan terkait.
Pengumuman tersebut mengatakan bahwa program tersebut diharapkan dapat menghasilkan 3.300 pekerjaan setiap tahun selama 25 tahun dan memberikan kontribusi sebesar USD310 juta (Rp5 triliun) setiap tahun untuk produk domestik bruto negara tersebut.
Sebagai anggota asli dari program F-35, industri Kanada telah menyepakati kontrak senilai USD2,8 miliar (Rp44 triliun) sampai saat ini terkait dengan pembangunan jet tempur.
(Susi Susanti)