JAKARTA - Polri mengungkap tujuan mendatangkan 5 pengajar dari Inggris untuk memberikan kursus manajemen keamanan stadion untuk pertandingan olahraga khususnya sepak bola.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan, pelatihan itu diberikan agar terwujudnya pemahaman yang utuh tentang kesiapan pelaksanaan pengamanan stadion untuk penyelenggaraan kompetisi sepak bola.
"Yang meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan pengamanan, komando dan pengendalian," kata Dedi kepada awak media, Jakarta, Sabtu (14/1/2023).
Kemudian, agar terwujudnya kesamaan persepsi cara bertindak dan kewajiban serta larangan bagi personel dalam pelaksanaan pengamanan stadion untuk penyelenggaraan kompetisi sepak bola yang sesuai peraturan yang berlaku.
"Terselenggaranya kegiatan penilaian risiko pada penyelenggaraan kompetisi sepak bola yang tepat sasaran dan dapat dijadikan acuan bagi penerbitan izin penyelenggaraan kompetisi sepak bola," ujar Dedi.
Ia menambahkan, metode dalam kegiatan kursus nantinya terdiri tatap muka, pelajaran kelas dan pengenalan stadion atau simulasi pengamanan di dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Materi yang akan diberikan meliputi identifikasi dan pengenalan prinsip keamanan protektif. Kemudian, penyusunan SOP pengamanan pertandingan. Lalu, manajemen risiko atau penilaian risiko.
Selanjutnya, memprofiling dinamika penilaian kerawanan. Pengembangan strategi penanganan masalah keamanan. Peran dan tanggung jawab setiap personel pengamanan dalam menghadapi perubahan situasi.
Oleh karenanya, Dedi berharap, dengan adanya kursus ini, nantinya semua pihak mampu menyelenggarakan seluruh tahapan kegiatan pengamanan meliputi prakegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan pascapengamanan penyelenggaraan kompetisi sepak bola.