Jenderal Rendah Hati
Mulyono dikenal sebagai Jenderal yang dekat dan dicintai prajuritnya. Hal itu lantaran Mulyono sering membaur dengan anak buahnya. Sebagai KSAD kebiasaan itu dilakukan sekaligus untuk menyemangati anak buahnya.
"KSAD juga manusia, KSAD tidak makan besi, KSAD juga makan nasi. Saya tidak ingin prajurit saya ketemu dengan KSAD takut. Rangkul saja tidak papa. Minta duit tidak papa, tak kasih kalau saya punya," ujar Mulyono setiap kali bertatap muka dengan prajuritnya.
Tidak hanya itu, Mulyono juga tidak segan-segan mengangkat lengan prajurit yang berada di sebelahnya dan meletakkan di atas bahunya sambil mengepalkan tangan.
"Angkatan Darat tidak bisa dipimpin dengan ketakutan tapi semangat bersama, kekuatan bersama mulai prada sampai jenderal, sampai kepala staf, jelas prajurit," ucapnya.
Bahkan, dalam pertemuan dengan prajurit Kopassus, Mulyono tidak sungkan membuang pangkat bintang empatnya. Hal itu dilakukan agar tidak ada jarak antara dirinya dengan prajurit Korps Baret Merah tersebut.
“Jadi tidak boleh, tidak boleh takut, tentara ada pimpinan bawahan, tapi kita sebagai kawan. Tentara itu team work, organisasi tentara itu ada team work kerja sama. Kamu tidak boleh takut sama saya, saya adalah kawanmu juga,” kata Mulyono.
(Qur'anul Hidayat)