Minta Intelijen Gerak Cepat, Jokowi: Jangan Sudah Kejadian Saya Baru Dikasih Tahu

Bachtiar Rojab, Jurnalis
Kamis 19 Januari 2023 05:15 WIB
Presiden Joko Widodo/ Foto: Biro Setpres
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk cepat bisa mengorkestrasi informasi intelijen pertahanan dan keamanan.

Jokowi mengatakan, informasi intelijen merupakan sebuah kunci untuk menentukan langkah preventif di tengah instabilitas global. Sehingga, perlu adanya kurasi akurat dari Kemhan sendiri.

 BACA JUGA:Penjagaan Diperketat, Pihak Keluarga Tak Dapat Bertemu Lukas Enembe

"Saya minta Kementerian Pertahanan harus bisa menjadi orkestrator, bisa mengorkestrasi dari informasi-informasi intelijen pertahanan dan keamanan yang kita punya di mana-mana," ujar Joko Widodo di Rapat Pimpinan (Rapim) Kemhan, Rabu (18/1/2023).

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan, banyak sumber informasi intelejen bagi Indonesia. Seperti TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), juga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

 BACA JUGA:Mahfud MD Minta Propam Polri Periksa Penyidik Imbas Praperadilan 3 Pelaku Dikabulkan

"Ini harus diorkestrasi agar menjadi sebuah informasi yang satu sehingga kita memutuskan policy, memutuskan kebijakan itu betul, paling tidak mendekati benar. Jadi langkah kerja memang harus preventif," paparnya.

Di sisi lain, Jokowi juga meminta Kementerian Pertahanan untuk dapat menyampaikan informasi intelijen secara cepat. Bukan malah memberitahu setelah kejadian.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya