Keduanya mengarang cerita kepada orangtuanya nyaris menjadi korban penculikan. Pengakuan bocah itu direkam dan beredar di media sosial.
"Karena takut dimarahi oleh orangtuanya mereka pun akhirnya mengarang cerita, seakan-akan menjadi korban penculikan hingga informasi tersebut beredar luas di masyarakat. Orangtua pelajar tersebut pun telah mengklarifikasi pemberitaan atas adanya berita penculikan anak yang tersebar luas di kalangan masyarakat merupakan berita hoax," ungkapnya.
Orangtua dari bocah tersebut pun meminta maaf karena telah membuat kegaduhan dan keresahan di masyarakat atas kabar upaya penculikan anak.
"Orangtua anak telah meminta permohonan maaf kepada seluruh masyarakat luas yang di buat resah akan pemberitaan tersebut," pungkasnya.
(Awaludin)