Terkait penurunan stunting, Tito menegaskan untuk Kepala Daerah melakukan intervensi penurunan stunting di wilayahnya.
Pencegahan stunting melalui pemenuhan nutrisi pada 1.000 hari pertama kehidupan, pola hidup sehat, pola asuh dan pemberian makan bagi bayi dan balita yang baik. Selain itu juga melalui edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja, edukasi tentang persalinan dan pentingnya melakukan inisiasi Menyusu Dini (IMD) termasuk imunisasi.
Tidak hanya stunting, masalah ekstrem kemiskinan turut menjadi tugas besar kinerja Penjabat pada 2023. Mendagri Tito menyampaikan data bahwa jumlah dan persentase penduduk miskin semester II tahun 2022 se-Nasional adalah 9,57 persen (26.3663.270 jiwa).
Untuk menunjang penurunan kemiskinan, Tito meminta Kepala Daerah melakukan dua parameter, yaitu melakukan pengecekan penduduk miskin by name by address, bentuk intervensi berupa pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan lakukan pemetaan kantong-kantong kemiskinan, bentuk intervensi berupa pengadaan air bersih, perbaikan jalan rusak dan lain-lain.
(Agustina Wulandari )