Semakin tua usia bintang, semakin banyak proporsi atom hidrogennya.
Tim ilmuwan kemudian menghitung seberapa jauh letak galaksi-galaksi ini.
Karena cahaya dari galaksi-galaksi ini memerlukan waktu sebelum mencapai kita, makin jauh letaknya, makin ke belakang pula dari sisi waktu keberadaan benda-benda langit ini.
Enam galaksi yang diteliti adalah objek terjauh yang bisa ditangkap oleh teleskop dan karenanya termasuk yang paling tua yang bisa dideteksi oleh alat buatan manusia.
Jarak galaksi diukur dengan menggunakan teleskop yang ada di Bumi, yaitu the Atacama Large Millimetre Array (Alma), the Very Large Telescope (VLT), dan the Gemini South Telescope, semuanya berlokasi di Chile.
Para ahli juga memanfaatkan teleskop kembar Keck di Hawaii.
Dengan berdasar pada analisis umur galaksi dan kapan mereka mulai terbentuk, tim kemudian menghitung kapan bintang pertama lahir di alam semesta.
(Qur'anul Hidayat)