Keraton Majapahit kemudian menyimpulkan ada beberapa orang yang bersalah dalam menangani urusan pernikahan tersebut. Namun yang paling bertanggung jawab secara langsung adalah Gajah Mada.
Oleh karena itu, dia harus menyampaikan permintaan maaf secara publik. Gajah Mada pun meminta maaf dan mengajukan permohonan cuti panjang, yang dihabiskannya di tanah miliknya di desa. Peristiwa Bubat adalah malapetaka besar bagi Sunda dan mendorong Majapahit untuk melakukan refleksi diri.
Namun, ada dampak positif setelah kejadian, karena Hayam Wuruk tergugah dan berusaha untuk tidak lagi terlalu menggantungkan diri pada Gajah Mada dalam pengambilan keputusan-keputusan yang sulit di pemerintahan. ia langsung terlibat dalam pendekatan politik pemerintahan baru yang mengesankan.
(Fahmi Firdaus )