Masuk ke tahun 1991 - 1993 Prabowo Subianto naik jabatan sebagai Kepala Staf Brigade Linud 17/Kujang I/Kostrad. Di tahun 1993 Prabowo kembali lagi ke Kopassus dan menjadi Komandan Grup-3 sampai tahun 1994.
Kemudian pada tahun 1995, Prabowo Subianto menjabat sebagai Komandan Komando Pasukan Khusus. Saat itu dirinya berpangkat sebagai Mayor Jenderal. Ia menjalankan tugas pertamanya sebagai Komandan Komandan Komando Pasukan Khusus sampai tahun 1998.
Tugas pertamanya adalah menangani pembebasan Tim peneliti Lorentz yang disandera oleh OPM di Mapenduma pada 1996 lalu. Dalam posisi ini, ia memainkan peran penting dalam memastikan keamanan dan stabilitas negara dan memimpin TNI dalam operasi pertahanan.
Karir kemiliteran Prabowo Subianto terus meningkat pada tahun 1998. Prabowo membawahi ribuan pasukan ABRI untuk meredam kerusuhan 1998. Serta meminta pasukan Kostrad untuk membantunya.
Sayangnya jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto berpengaruh pada karir Prabowo Subianto kala itu. Habibie sebagai penerus Soeharto mencopot jabatan Prabowo Subianto sebagai panglima Kostrad dan menempatkannya sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI di Bandung.
Demikian pangkat Prabowo Subianto dari awal memulai karirnya hingga pensiun dari dunia kemiliteran.
(RIN)
(Rani Hardjanti)