5 Fakta Pilot Susi Air Disandera KKB, Dibawa ke Markas Pertahanan III

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 10 Februari 2023 07:30 WIB
Pencarian KKB Papua (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Pesawat Susi Air dibakar teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Paro, Nduga, Papua. Sementara awak pesawat disandera. 

Berikut Fakta-Faktanya:

1. KKB Akui Sandera Awak Pesawat Susi Air 

KKB membenarkan mereka merupakan pelaku dari pembakaran pesawat Susi Air. Mereka juga menyandera awak pesawat. KKB yang melakukan aksi tersebut pimpinan Egianus Kogoya.

BACA JUGA:Panglima TNI: KKB Bawa Pilot Susi Air Atau Tidak Masih Belum Bisa Dipastikan 

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengungkapkan, Pilot Susi Air Kapten Philips Merthens disandera usai kelompok tersebut membakar pesawat di Bandara Paro, Nduga, Papua.

Pesawat tersebut melayani penerbangan dari Timika-Paro membawa lima orang penumpang termasuk seorang bayi. Lima penumpang pesawat milik Susi Air yaitu Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge,Meita Gwijangge dan Wetina W.

2. Lima Penumpang Tidak Disandera

Satgas Operasi Damai Cartenz mengevakuasi lima penumpang usai Pesawat Susi Air dibakar KKB. Adapun kelimanya adalah Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge,Meita Gwijangge dan bayi Wetina W.

BACA JUGA:5 Penumpang Susi Air Lolos dari Maut, KKB Teroris: Mereka Asli Papua Kalau Mata-Mata Kami Tembak! 

Saat ini, mereka telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom, mengatakan lima penumpang Pesawat Susi Air tersebut tidak disandera. Dia beralasan, kelimanya adalah asli Papua.

“Lima penumpang itu orang asli Papua, mereka tidak disandera karena kami berjuang untuk orang asli Papua,” kata Sebby dilansir BBC News Indonesia, Kamis 9 Februari 2023.

Namun, kata Sebby, jika mereka bukan orang Papua, pihaknya tidak segan-segan untuk menembak kelimanya. “Kecuali mereka menjadi mata-mata dan polisi Indonesia itu baru kami tembak,” ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya