JAKARTA - Pesawat Susi Air dibakar teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Paro, Nduga, Papua. Sementara awak pesawat disandera.
Berikut Fakta-Faktanya:
1. KKB Akui Sandera Awak Pesawat Susi Air
KKB membenarkan mereka merupakan pelaku dari pembakaran pesawat Susi Air. Mereka juga menyandera awak pesawat. KKB yang melakukan aksi tersebut pimpinan Egianus Kogoya.
BACA JUGA:Panglima TNI: KKB Bawa Pilot Susi Air Atau Tidak Masih Belum Bisa Dipastikan
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengungkapkan, Pilot Susi Air Kapten Philips Merthens disandera usai kelompok tersebut membakar pesawat di Bandara Paro, Nduga, Papua.
Pesawat tersebut melayani penerbangan dari Timika-Paro membawa lima orang penumpang termasuk seorang bayi. Lima penumpang pesawat milik Susi Air yaitu Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge,Meita Gwijangge dan Wetina W.
2. Lima Penumpang Tidak Disandera
Satgas Operasi Damai Cartenz mengevakuasi lima penumpang usai Pesawat Susi Air dibakar KKB. Adapun kelimanya adalah Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge,Meita Gwijangge dan bayi Wetina W.
BACA JUGA:5 Penumpang Susi Air Lolos dari Maut, KKB Teroris: Mereka Asli Papua Kalau Mata-Mata Kami Tembak!
Saat ini, mereka telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom, mengatakan lima penumpang Pesawat Susi Air tersebut tidak disandera. Dia beralasan, kelimanya adalah asli Papua.
“Lima penumpang itu orang asli Papua, mereka tidak disandera karena kami berjuang untuk orang asli Papua,” kata Sebby dilansir BBC News Indonesia, Kamis 9 Februari 2023.
Namun, kata Sebby, jika mereka bukan orang Papua, pihaknya tidak segan-segan untuk menembak kelimanya. “Kecuali mereka menjadi mata-mata dan polisi Indonesia itu baru kami tembak,” ucapnya.