JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, angin kencang yang disertai hujan deras dan menyebabkan banjir masih mendominasi Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.
“Di Pulau Jawa cuaca ekstrem sangat banyak ini, cuaca ekstrem yang angin puting beliung, angin kencang yang disertai hujan deras dan banjir cukup dominan di Jawa Timur,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (13/2/2023).
BACA JUGA:Waspada! Cuaca Ekstrem Intai 19 Provinsi Sepekan ke Depan, Ini Penyebabnya
Pria yang akrab disapa Aam ini mengatakan, cuaca ekstrem di Pulau Jawa ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya adanya pergerakan awan yang dipengaruhi oleh Bibit Siklon di selatan Jawa.
“Memang ada prediksi dan pergerakan awan yang dipengaruhi oleh faktor regional ada Bibit Siklon di selatan Jawa yang kemudian berpengaruh juga pada peningkatan intensitas dan frekuensi hujan di sebagian Jawa,” kata Aam.
Lebih lanjut, Aam mengatakan, kejadian banjir di Jawa Timur rata-rata juga berangsur surut pada tanggal 12 Februari kemarin.
BACA JUGA:Ada Fenomena Atmosfer, Waspada Cuaca Ekstrem hingga 6 Februari
“Dan rata-rata ini baru berangsur surut pada status tanggal 12 Februari. Jadi kemarin hari minggu banjir di Jember itu baru berangsur surut, kemudian Probolinggo baru berangsur surut Mojokerto baru berangsur surut,” bebernya.
Dia mengatakan, pemerintah dalam hal ini BNPB bekerjasama dengan BMKG, BRIN, juga TNI AU melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
“Terhadap banjir di Jawa Timur ini kita sudah melanjutkan kembali teknologi modifikasi cuaca mulai dari tanggal 5, 6, 7 dan masih berlangsung sampai sekarang kita akan coba optimalkan,” tuturnya.
“Jadi ini juga TMC kita lakukan juga dinamis sekiranya masih ada potensi di 2 Provinsi lain dan ada permintaan memang siaga darurat diterbitkan oleh pemerintah daerah maka kita akan lanjutkan,” katanya.
Sejauh ini, kata Aam TMC masih akan terus dilakukan di Jawa Timur. “Kita lakukan baru di Jawa Timur yang sudah per tanggal 7 itu sudah 12 sorti cukup banyak sebenarnya dan ini masih berlangsung kita harapkan dengan adanya intervensi di TMC ini kita bisa mengurangi yang tadi tergenang itu bisa surut dulu langkah-langkah darurat dan penanganan warga bisa selesai dulu maka kita dukung dengan TMC ini,” sambungnya.
Sementara itu, Aam mengatakan untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, kemudian Kalimantan sudah mulai karhutla.
“Di Ketapang meskipun tidak terlalu besar lahan terbakar tapi sudah mengindikasikan kepada kita bahwa kita sudah mulai harus waspada dengan potensi karhutla sebagaimana sudah kita rakorsus kan juga lintas Kementerian kita udah waspada dan udah siap langkah-langkah mitigasi untuk karhutla ini,” pungkasnya.
(Awaludin)