Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB Petakan Karhutla, Didominasi Sumatera dan Kalimantan

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Sabtu, 13 Juni 2026 |07:41 WIB
BNPB Petakan Karhutla, Didominasi Sumatera dan Kalimantan
Karhutla (Foto: Dok BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana paling dominan di Indonesia pada periode 11–12 Juni 2026. Provinsi di Sumatera dan Kalimantan tercatat memiliki titik api aktif yang terus ditangani tim gabungan.

"Kejadian baru yang menjadi perhatian BNPB adalah karhutla di Provinsi Jambi yang masih dalam penanganan satgas gabungan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (13/6/2026).

Hingga Rabu 11 Juni, dia menyebutkan total luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 121,6 hektare. Lokasinya tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota, yaitu Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Tebo, Bungo, Sarolangun, Merangin, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Kerinci, serta Kota Sungai Penuh dan Kota Jambi.

Dari seluruh wilayah tersebut, Kabupaten Sarolangun mencatat kebakaran terluas, yakni 42,4 hektare, disusul Tanjung Jabung Barat 33,4 hektare, Batanghari 22,8 hektare, dan Tanjung Jabung Timur 18,8 hektare. Pemerintah Provinsi Jambi masih menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 27 April hingga 30 November 2026.

"Saat ini, tim Satgas Karhutla terus melakukan penanganan dan pemadaman di sejumlah titik api yang masih terpantau," ujarnya.

Di Provinsi Riau, karhutla juga menjadi salah satu perhatian nasional. Sejak awal 2026, total lahan terbakar di wilayah ini telah mencapai 15.220,34 hektare. Status siaga darurat karhutla masih diberlakukan hingga akhir November mendatang.

Sementara di Provinsi Aceh, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya masih dalam proses penanganan. Dari total 99 hektare lahan terbakar, sekitar 98,8 hektare telah ditangani, sementara sisanya masih dalam tahap pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement