Bagja pun menyayangkan pernyataan tersebut. Kata dia, politik identitas adalah masalah besar yang terjadi di Pemilu 2019.
"Kemudian melakukan sosialisasi atau kampanye di tempat ibadah itu juga jadi persoalan besar, jangan sampai nanti pada saat kampanye kita akan lihat tempat ibadah A capresnya A, tempat ibadah B Capresnya B," katanya.
(Nanda Aria)