Sebelum meninggal dunia pada 28 Maret 1967, Abdurachim sempat bertemu Bung Karno di guesthouse Istana sebelum meninggal dan menjadi pertemuan terakhir. Ia menyelipkan pesan agar Bung Karno Ikhlas menyerahkan kepemimpinan bangsa Indonesia kepada yang lain.
Melihat kondisi Bung Karno yang sudah tua, yakni berusia 65 tahun dan sakit-sakitan, sebaiknya berkonsentrasi dengan kesehatan. Selain itu, agar lebih banyak mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.
“Bung Karno harus lebih serius mengurus kesehatan dan berusaha berobat ke luar negeri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Abdurachim seperti tertulis dalam “Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa Dari Revolusi 45 Sampai Kudeta 66”.
Kekuasaan Bung Karno pun berakhir pada tahun 1967 setelah memimpin Indonesia selama 22 tahun. Ia wafat pada 21 Juni 1970. Kemudian, dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.
(Arief Setyadi )