Menurut Pasma, pelaku utama dalam kasus ini adalah Rehi Pasu alias Rey. Adapun alasan Rehi dan satu rekannya menyerang korban saat berada di City Park karena dalam kondisi mabuk dan merasa mendapat ancaman dari seorang pria.
"Untuk motif pengeroyokan kita masih dalami, yang jelas permasalahan ini sudah kita tangani sesuai dengan arahan bapak Kapolda Metro Jaya yang mengatakan tidak boleh ada premanisme di Jakarta," tutup Pasma.
Sebelumnya diberitakan, pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk memerintahkan anggotanya memberantas aksi premanisme viral di media sosial.
Fadil mengaku tidak terima dengan tindakan premanisme yang ada di Jakarta. Apalagi saat ia melihat video anggota debt collector membentak anggotanya bak preman.
Tak heran Fadil Imran langsung meminta jajarannya untuk menangkap aksi dan pelaku premanisme di Jakarta.
(Nanda Aria)