Asosiasi Makanan Hewan Jepang mengatakan bahwa orang-orang mengalami kecemasan dan stres ketika terpaksa harus karantina dan bekerja dari rumah untuk waktu yang lama.
Ketika tinggal bersama hewan peliharaan, pikiran mereka lebih tenang dan komunikasi dalam keluarga mereka membaik.
Kebijakan pembatasan Covid yang melonggar dan kenaikan harga produk dan tarif energi di Jepang semestinya juga berdampak pada ‘nekonomic’, namun masih terlalu dini untuk mengukur seberapa besar dampaknya.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan adalah jumlah pecinta hewan peliharaan di Jepang akan selalu meningkat.
Entah itu anjing atau kucing, pilihannya banyak dipengaruhi oleh ruang dan waktu yang tersedia untuk perawatannya.
Kucing-kucing yang ditelantarkan
Dalam penelitian tersebut, Miyamoto mencantumkan sejumlah faktor yang menjelaskan mengapa orang Jepang lebih menyukai kucing.
Di antaranya, semakin banyak orang pindah ke apartemen yang padat dan tidak mengizinkan anjing, namun mengabaikan keberadaan kucing. Itu karena kucing lebih mudah dirawat dan membutuhkan lebih sedikit perhatian tanpa harus mengajak mereka jalan-jalan.
Namun, tidak semua jenis kucing diterima dengan baik. Menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, ada 10.000 ekor kucing yang diambil dari pemiliknya untuk diadopsi pada 2020.