Kejamnya Amangkurat I, Raja Mataram yang Bantai Ulama dan Saudaranya Sendiri

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 21 Maret 2023 07:05 WIB
Amangkurat I. (Foto: ist.)
Share :

JAKARTA – Setelah mangkatnya Sultan Agung pada 1645, takhta Kerajaan Mataram beralih kepada putranya Raden Mas Sayidin yang bergelar Sultan Amangkurat I. Pada masa kekuasaan Amangkurat I ini masa kejayaan Kerajaan Mataram berangsur surut.

Dilansir dari "Tuah Bumi Mataram: Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II", semasa berkuasa Amangkurat I banyak melakukan kekejaman. Dia dicap sebagai tiran yang banyak mengalirkan darah rakyat dan abdi Mataram, bahkan saudaranya sendiri.

Setelah berkuasa Amangkurat I menerapkan sistem sentralisasi kekuasaan atau sistem pemerintahan yang terpusat dan menyingkirkan tokoh-tokoh senior yang tidak sejalan dengan pandangan politiknya. Hal ini memicu pemberontakan oleh adiknya Raden Mas Alit atau Pangeran Danupoyo, yang mendapat dukungan dari para ulama dan kiai.

Setelah pemberontakan berhasil ditumpas dan Pangeran Danupoyo sendiri akhirnya tewas dalam konflik antar saudara tersebut, Amangkurat I segera mengalihkan perhatiannya pada pendukung sang adik. Dia mengumpulkan 5.000 hingga 6.000 orang pendukung Pangeran Danupoyo, termasuk ulama dan keluarga mereka, di Alun-Alun Plered dan membantai mereka semua.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya