"Saya ingin burung itu dilepaskan. Saya tahu burung itu akan kembali kepada saya,” lanjutnya.
Kisah itu memicu pertikaian politik, dengan pemimpin partai oposisi utama negara itu menuduh pemerintah melakukan balas dendam. Akhilesh Yadav mengatakan pada konferensi pers pada Rabu (22/3/2023) bahwa bangau itu telah disita setelah dia mengunjungi Arif dan difoto bersama burung itu.
Belum ada tanggapan dari pemerintah negara bagian apakah itu benar.
Kendati dicurigai ada isu politik, pakar satwa liar Samir Kumar Sinha, yang mengepalai Proyek Konservasi Bangau Sarus di Wildlife Trust of India (WTI), mengatakan memindahkan burung itu ke tempat perlindungan adalah hal yang benar untuk dilakukan.
"Pelestarian dan kasih sayang adalah dua hal yang berbeda. Anda dapat menyelamatkan seekor burung dalam kesulitan tetapi Anda harus menyerahkannya kepada penjaga hukum,” ujarnya.
Sinha mengatakan tidak melakukan hal itu dapat mendorong orang lain untuk memelihara hewan liar sebagai hewan peliharaan.
"Hewan liar memiliki naluri liar. Apa yang terjadi jika burung itu menyerang seseorang?,” terangnya.