Tetapi kegigihan Inggit membuat Soekarno bersedih. Soekarno merasa tugasnya sebagai kepala rumah tangga telah ia lalaikan. Setelah mendengar hal itu Inggit justru memberikan semangat kepada suaminya.
"Tidak, kasep, jangan berpikir begitu. Mengapa mesti berkecil hati. Di rumah segala berjalan beres. Tegakkan dirimu, Kus, tegakkan! Teruskan perjuanganmu! Jangan luntur karena cobaan semacam ini!" ujar Inggit.
(Qur'anul Hidayat)