Kisah Kiai Yahya Malang yang Bisa Jinakkan Bom Belanda dengan Hizib

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 25 Maret 2023 04:56 WIB
Share :

Mashyur diketahui para ulama dan kiai Nahdlatul Ulama serta pesantren ikut berjuang melawan dan memperjuangan kemerdekaan RI. Salah seorang di antaranya ialah almaghfirullah KH Muhammad Yahya Gading, Kota Malang. Cerita bom Belanda tak meledak karena rapalan hizib mengiringi kisah perjuangan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) tersebut.

Dikutip dari laman NU online, Kiai Yahya adalah putra dari pasangan KH Qoribun dengan Nyai Ratun yang lahir di Desa Jetis, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, tahun 1900 silam. Sejak kecil Kiai Yahya digembleng dengan ilmu agama ala pesantren oleh ayahnya. Ia juga belajar kepada pamannya menjadi salah satu Mursyid Thariqah Kholidiyah, KH Abdullah.

Didikan ketat sejak dini itu membuat Kiai Yahya cinta akan ilmu. Ia pun menimba ilmu di sejumpah pesantren, di antaranya Pesantren Bungkuk Singosari, Pesantren Cempaka Blitar, Pesantren Kuningan Blitar, Pesantren Siwalan Panji Sidoarjo, dan Pesantren Kiai Asy’ari Tulungagung hingga Pesantren Jampes Kediri.

20 tahun menimba ilmu dari pesantren ke pesantren, Kiai Yahya kemudian pulang dan menjadi pengasuh generasi keempat PPMH di Gading, Kota Malang. Ia melepas lajangnya dengan menikahi Nyai Siti Khodijah, putri angkat KH Ismail. Pasangan ini dikarunia sebelas anak.

Kiai Yahya bukan tipologi ulama yang hanya suka berdiam diri di pesantren dengan mengajarkan ilmu agama kepada santrinya. Ia juga ulama pecinta tanah air yang mengimplimentasikan kecintaannya dengan ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan RI. Ia juga tokoh agama yang bermasyarakat, juga gemar berorganisasi.

Itu sebabnya Kiai Yahya juga berada di garis depan bersama laskar Hizbullah-Sabilillah dan BKR ketika berjuang melawan Belanda. Nah, di masa perjuangan inilah cerita bom Belanda tak meledak karena dijinakkan hizib yang dirapal Kiai Yahya kemudian masyhur.

Putra Kiai Yahya, KH Ahmad Muhammad Arif Yahya, mengatakan, pondok pesantren jadi sasaran operasi Belanda di masa kemerdekaan karena menjadi basis perjuangan rakyat. “Sampai dibom tujuh kali (oleh Belanda), tapi tidak ada yang meletus,” katanya ditemui NU Online Jatim, Ahad (15/08/2021).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya