JAKARTA – Alasan James Richardson Logan memilih istilah Indonesia akan dibahas lengkap dalam artikel ini.
James Richardson Logan merupakan seorang pengacara yang lahir di Berwickshire-Skotlandia pada 10 April 1819. Dia meninggal di Penang pada 20 Oktober 1869. Logan meninggal dalam usia relatif muda, 50 tahun, karena malaria.
Melansir Indonesia.go.id, Selasa (28/3/2023) Pramoedya Ananta Toer dalam buku Sedjarah Modern Indonesia menyebut nama Logan sebagai pencetus pertama istilah Indonesia.
Pramoedya melihat Logan sebagai etnolog yang mencetuskan istilah Indonesia. Sebenarnya ada dua orang yang 'terlibat' mencetuskan nama Indonesia.
Yaitu George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan. Earl, yang pertama, adalah orang yang menulis sebuah artikel dalam jurnal "The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia" Vol. IV pada 1850.
Di halaman 71 jurnal itu dia menulis "the Malayunesian branch of this race". Di bawah halaman ditambahkan oleh dia catatan yang menjelaskan istilah itu. Dia mengusulkan nama baru bagi penduduk kepulauan Hindia dengan nama "Indu-nesians" atau "Malayu-nesians".
Earl sendiri lebih suka dengan istilah yang kedua karena menurutnya istilah itu lebih memberikan penghargaan pada orang-orang Melayu yang telah menjelajah seluruh kepualauan sebelum orang-orang Eropa.
Sementara, Logan berpendapat sedikit berbeda. Logan yang menjadi kepala redaksi majalah itu, yang juga kolega Earl, lebih suka dengan istilah Indonesia yang lebih praktis.
Dia lebih memilih "Indonesia" sebuah istilah geografi untuk membedakan dengan wilayah kepulauan ini dengan wilayah lain. Praktis, menurutnya karena lebih singkat ketimbang istilah panjangnya "Indian Archipelago".
Di halaman 254 jurnal itu, Logan memilih Indonesia sebagai nama wilayah kepulauan, dan penduduknya menjadi orang-orang Indonesia.
Penjelasan James Richardson Logan adalah bagian dari uraian dia untuk menjelaskan wilayah keseluruhan "wilayah Hindia" atau "the whole Indian Region".