Mengutip buku Kopassus untuk Indonesia – Profesionalisme Prajurit Kopassus, seiring perkembangannya, Idjon Djanbi ditawarkan untuk posisi baru yang jauh dari pelatihan komando, yaitu sebagai staf kordinator pendidikan pada Inspektorat Pendidikan dan Latihan (Kobangdiklat).
Ia akhirnya memutuskan pensiun pada 1957. Idjon Djanbi yang memiliki status WNI dikaryakan sebagai direktur produksi di perkebunan karet di Subang. Sebuah perkebunan asing yang dinasionalisasikan.
Usai dari Subang, Ia melakukan bisnis bungalow di Kaliurang, Yogyakarta. Tahun 1968, pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Kolonel dengan hak pensiun. Idjon Djanbi wafat pada 1 April 1977.
(Erha Aprili Ramadhoni)