JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan surveilans genomik digencarkan hingga tingkat kabupaten/kota guna memantau Arcturus atau XBB 1.16 sebagai varian baru Covid-19.
“Kita perlu tahapan untuk bagaimana menyiapkan (endemi), kalau ini sudah masuk pada situasi endemi yang artinya jadi penyakit biasa, tidak spesial, ini yang kita butuhkan. Kenapa pemerintah yakin? Itu karena surveilans kita pantau dan diperkuat,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dilansir Antara, Jumat (31/3/2023).
Nadia menuturkan belajar dari pengalaman tiga tahun pandemi, varian baru Covid-19 selalu ditemukan dari pemeriksaan sampel orang yang dinyatakan positif. Pemeriksaan melalui surveilans genomik menjadi sangat penting dalam memantau perkembangan mutasi varian virus.
Kemenkes telah menggencarkan surveilans hingga tingkat kabupaten/kota dengan bantuan dari dinas kesehatan daerah terkait. Pemantauan dipastikan tidak akan berhenti meski situasi pandemi kini sudah jauh lebih baik.
Dari pemantauan genomik itu pula, diketahui sampai hari ini Indonesia belum mendeteksi adanya varian Arcturus, meski sempat mengalami kenaikan kasus beberapa hari lalu.
“Jadi misalnya pada satu daerah tiba-tiba terjadi peningkatan kasus batuk-pilek, kemudian apalagi kalau ditambah banyak yang meninggal tiba-tiba itu surveilans kita akan langsung turun melihat kejadian tersebut dan akan melakukan penelitian epidemiologi,” ujarnya.