Sri Murdiati, salah satu saksi mengungkapkan awalnya anak-anak yang sedang mencari ikan, melihat bayi dengan kondisi berada di air, bayi tersebut terlihat pucat, tali pusarnya tersangkut di paralon.
"Tidak tahu asal-mulanya, tiba-tiba di situ. Tadi ada anak kecil yang cari ikan tiba-tiba bilang, mbak ada bayi,ada bayi. Terus saya lihat bayi atau boneka, ternyata bayi," jelasnya.
Setelah memastikan bahwa itu bayi, Sri kemudian meminta bantuan kepada warga dan kepala Dusun. Kemudian peristiwa ini dilaporkan kepada pihak kepolisian.
"Saya lihat kayaknya baru dua harian, rambutnya juga kayak rambut bayi, belum bau busuk. Bayinya warnanya putih,"katanya.
"Pas ditemukan ada sampah didekat bayi itu. Ari-ari (tali pusat) masih ada dan tersangkut di paralon. Terus bayi diangkat oleh pak kamituwo (kadus) pake karung karena tidak ada yang berani," ucapnya.
(Khafid Mardiyansyah)