Ali Anyang, Mantan Perawat Asli Dayak yang Ditakuti Belanda di Medan Perang

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 07 April 2023 08:00 WIB
Share :

Perlawanan Ali Anyang pertama kali bersama PPRI Pontianak saat menggempur markas dan gudang peluru Belanda pada 12 November 1945. Semangat Ali Anyang untuk bertempur melawan tentara Belanda tumbuh saat mengetahui pasukan militer Australia yang diboncengi NICA mendarat di Pontianak pada 29 September 1945 dan langsung mengambilalih kekuasaan di Kalimantan Barat. Belanda dan sekutunya mengkhianati kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan.

Ali Anyang yang perawat media telah berubah menjadi pejuang kemerdekaan nan hebat serta pantang menyerah. Jiwa tempur melawan penjajah Ali Anyang makin bertambah ketika didaulat sebagai Komandan Pasukan Barisan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI) Kalimantan Barat. Selanjutnya Ali Anyang mendirikan Barisan Pemberontak Indonesia (BPI) Kalimantan Barat.

Saat memimpin pasukan pejuang, Ali Anyang ditugaskan melakukan serangan ke tentara Belanda dan sekutunya di wilayah Pontianak, Mempawah, Singkawang, Sambas dan Bengkayang. Ketika pertempuran di Bengkayang, Ali Anyang berhasil mengejutkan tentara Belanda sebab menyerang secara mendadak. Markas tentara Belanda di Bengkayang luluh lantak. Hebatnya: Ali Anyang mampu mengibarkan bendera Merah Putih di seluruh Bengkayang serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya