JAKARTA – Sosok Erick Thohir kerap menghiasi hasil survei mengenai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Selain itu, Menteri BUMN tersebut beberapa kali mendapat elektabilitas tinggi.
“Erick Thohir di beberapa lembaga survei mendapatkan nilai elektabilitas yang cukup baik untuk menjadi Cawapres,” ujar Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII), Ahmad Hidayah, Jumat (7/4/2023).
Sebagaimana diketahui, Erick Thohir memiliki elektabilitas kuat sebagai cawapres. Contohnya dalam rilis survei terbaru Indo Barometer.
Dalam survei Indo Barometer, Erick Thohir memiliki elektabilitas tertinggi sebagai cawapres dengan angka 22,9 persen. Angka ini mengungguli kandidat cawapres lainnya, yaitu Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
Elektabilitas Khofifah sebesar 15,8 persen dan Muhaimin 6,7 persen. Hal ini membuat Erick Thohir sebagai warga Nahdlatul Ulama (NU) atau nahdliyin terkuat untuk diusung.
Hal ini lantaran Khofah dan Muhaimin juga pemimpin yang datang dari kalangan NU seperti halnya Erick Thohir. Erick Thohir dikenal sebagai Anggota Kehormatan Banser dan pemimpin yang menyelenggarakan acara peringatan Harlah ke-100 NU.
Status Erick Thohir sebagai pemimpin yang datang dari kalangan nahdliyin dengan elektabilitas tinggi bisa jadi kombinasi menarik bagi parpol untuk diusung sebagai cawapres.
“Erick Thohir saat ini masuk sebagai warga NU (Nahdlatul Ulama). Hal ini bisa mempermudah untuk mendapatkan restu,” tutur Ahmad.
(Erha Aprili Ramadhoni)