Peresmian GKI Yasmin, Mahfud MD: Negara Selalu Hadir Tegakkan Toleransi

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Minggu 09 April 2023 14:01 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD hadiri persmian GKI Yasmin (Foto : MPI)
Share :

BOGOR - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan negara selalu hadir untuk menegakan toleransi di Indonesia. Pemerintah akan berjuang mempertahankan konstitusi negara.

Hal itu dikatakannya usai meresmikan gedung Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor Barat bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan lainnya di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/4/2023).

"Jangan khawatir negara akan selalu hadir untuk menegakkan toleransi, beragama, keberadaban. Tetapi, yang saya katakan tadi dengan cara-cara yang paling mungkin, mungkin perlu waktu seperti pak Bima sekian tahun, di sana sekian tahun tapi negara akan hadir mengembalikan itu semua," kata Mahfud MD.

Mahfud MD juga menanggapi terkait adanya study pemeringkatan wilayah intoleran. Meski belum mengikuti, hasil itu tidak dipermasalahkannya dan justru menjadi salah satu bahan acuan pemerintah.

"Saya haru mengakui saya belum mengikuti. Tetapi pemeringkatan seperti itu sudah sering dilakukan dan itu silahkan saja menjadi acuan, salah satu acuan kita tentang adanya tempat tempat yang dianggal toleran atau intoleran atau tingkat toleransinya seberapa itu silahkan kita hargai sebagai hasil study," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud MD sempat bercerita pernah didatangi oleh utusan khusus dari presiden Amerika Barack Obama pada 2012 silam. Dimana, utusan itu menanyakan terkait konstitusi di Indonesia.

"Pertanyaannya sama. Apakah Indonesia ini punya konstitusi? Sudah tahu dia, ya punya karena saya Ketua Mahkamah Konstitusi saya bilang. Kenapa di Indonesia banyak intoleransi? Saya bilang anda menghitung dari mana? Sebelum anda menyebutkan, saya menyebutkan. Pada waktu itu masih ramai soal Yasmin, Parung Ahmadiyah, Lampung soal suku Bali diusir dari sana, terus Mataram Ahmadiyah dimana lagi saya bilang?" tuturnya.

Beberapa konflik tersebut masih terhitung sedikit jika dibandingkan luas wilayah. Masih lebih banyak wilayah di Indonesia yang menjujung tinggi toleransi.

"Itu bisa dihitung jari tempat-tempat itu. Tetapi tempat-tempat yang disebut itoleran itu umat beragama terutama yang mayoritas Islam justru yang menegakan kebersamaan yang membela kelompok-kelompok minoritas yang selalu disudut kelompok kecil itu. Anda hitung saya bilang, Indonesia ini luasnya melebihi 20 negara yang terbesar di Eropa. Diurut dari yang terbesar sampai urutan 20 masih luas Indonesia. Tapi intoleransinya masih bisa dihitung dengan jari," pungkasnya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya