Akibat peristiwa itu, satu prajurit atas nama Pratu Miftahul Arifin dinyatakan tewas usai tertembak dan jatuh ke jurang sedalam 15 meter.
"Dalam waktu dekat Panglima TNI akan melakukan evaluasi yang sangat mendalam terkait kejadian ini," kata Julius Widjojono di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (16/4/2023).
(Qur'anul Hidayat)