MALANG - Seorang pekerja migran, David Humaidi Candra Kuncoro (27), tega membunuh ibu kandungnya yang bernama Sunarsih Saturi (46), warga Dusun Krajan RT 21 RW 03 Desa Urak-urak, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Pelaku tega menusukkan pisau berukuran 10 sentimeter di bagian perut dan dada ibunya sebanyak tiga kali pada Sabtu 15 April 2023, sekitar pukul 09.00 WIB. Berikut sejumlah faktanya:
1. Pelaku Pekerja Migran di Hong Kong
"Kurang lebih 20 tahun yang bersangkutan bekerja di Hong Kong dan kebetulan yang bersangkutan ini ada di Malang karena cuti. Sudah ada di Malang terpantau sejak 1 April 2023," ucap Wakapolres Malang, Kompol Wisnu Setiyawan Kuncoro, saat memimpin rilis di Mapolres Malang, Senin (17/4/2023).
Namun, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan keterangan pelaku ketika diamankan, sempat terjadi pertikaian dan adu mulut pada Jumat 14 April 2023 malam.
2. Pelaku Kerap Marahi Korban Usai dari Hong Kong
Salah satu tetangga pelaku berinisial S mengatakan, sejak kedatangannya dari Hong Kong, korban sering memarahi pelaku persoalan uang.
"Korban mungkin sering marah kepada pelaku karena uang hasil kerjanya di Hong Kong selama ini, yang dikirimkan korban ke pelaku selalu habis," ujar S dikonfirmasi.
Sementara itu, korban sudah sudah bertahun-tahun bekerja di Hong Kong, dan setiap hampir lebaran selalu pulang.
"Sedangkan David di sini jarang bekerja. Kerjanya juga serabutan," ujarnya.
Pada dasarnya, menurut penuturan S, David selama ini berperilaku baik. Hanya saja saat itu pihaknya terlalu emosi karena terlalu sering dimarahi oleh korban.
"Kalau nakal tidak. Cuma selama ini memang ia memang malas bekerja," ujarnya.
3. Cekcok Soal Uang Rp50 Juta
Wakapolres Malang, Kompol Wisnu Setiyawan Kuncoro mengatakan, dari hasil penyelidikan, cekcok itu akibat niat korban yang juga ibu kandungnya pernah mengirimkan uang Rp 50 juta untuk digunakan menyewa lahan tebu di daerah Wajak, Kabupaten Malang. Namun, korban menemukan fakta sewa-menyewa ini tidak sesuai dengan keinginannya.
"Korban pernah mengirimkan uang 50 juta ke tersangka, kan pengirimannya itu bertahap, tidak dalam satu pengiriman, untuk digunakan membeli sebidang tanah di daerah Wajak. Namun ketika ditanyakan terkait perkembangan pembelian tanah tersebut, diketahui tanah tersebut tidak pernah dibeli," ujarnya.
4. Ditusuk Pakai Pisau Dapur
Saat di dapur tersangka melihat ada pisau dapur yang biasa digunakan untuk memasak di dapur. Yang bersangkutan menggunakan pisau itu menuju ke arah korban, dan menusuk korban sebanyak tiga kali.
"Sehingga akibat dari penusukan tersebut korban terjatuh, di kursi ruang tamu," kata Wakapolres Malang, Kompol Wisnu Setiyawan Kuncoro.
5. Ada Indikasi Pelaku Ingin Kabur
Aksi penusukan itu disaksikan istri tersangka berinisial N yang langsung berteriak histeris meminta tolong warga sekitar. Hal ini membuat warga berdatangan dan langsung menolong Sunarsih, serta berusaha membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong.
"Tersangka diamankan dalam waktu yang tidak terlalu lama, memang ada indikasi dari tersangka untuk melarikan diri. Namun dari petugas bisa mengamankan secepatnya," tutur Wakapolres Malang, Kompol Wisnu Setiyawan Kuncoro.
(Widi Agustian)