JAKARTA - Sebuah isu meresahkan yang beredar soal perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 Hijirah di media sosial, hal itu berawal dari diskusi, dan dalam percakapan tersebut, sebuah komentar diunggah dan menuai respon warga net, seperti salah seorang peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanuddin, yang mengancam salah satu warga Muhammadiyah.
Isu pun semakin merebak setelah konten yang serupa juga diperbincangkan melalui platform media sosial twitter. Percakapan tersebut diduga melibatkan sivitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menanggapi hal tersebut, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyayangkan hal itu. Dirinya juga segera melakukan pengecekan di internal BRIN.