Ahmad Muzani Kecewa Sandiaga Uno Tinggalkan Gerindra: Bukan Etik yang Bisa Diteladani Kader Lain

Irfan Maulana, Jurnalis
Senin 24 April 2023 16:36 WIB
Share :

TANGERANG - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani mengaku kecewa dengan keputusan Sandiaga Uno yang hengkang dari partai berlogo kepala Garuda tersebut. Sebab, kata dia keputusan Sandiaga Uno tersebut adalah untuk mencari posisi politik dengan bergabung ke partai lain.

Hal itu dia sampaikan saat diwawancarai di rumahnya Kawasan Islamic Village, Kabupaten Tangerang, Senin, (24/4/2024). Kata dia sebenarnya keluar masuk partai itu biasa dalam dunia politik.

"Tapi ketika loncatan itu dimaksudkan untuk menggapai posisi-posisi baru karena di posisi lama tidak mendapat yang diharapkan tentu itu bukan bentuk syukur dan terimakasih yang ditunjukkan selama ini," ucapnya.

Ahmad mengatakan sikap yang ditunjukkan oleh Sandi tersebut tidak patut dicontoh oleh kader Partai Gerindra. Apalagi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut sebagai guru politik Sandi.

"Pak prabowo katanya mentor, guru politik, pemimpinannya, seniornya. Tapi penghormatan kepada mentor, pemimpin, tokoh politiknya, itu bukan kepatutan yang bisa dicontoh dan bukan etik yang bisa diteladani," ucapnya.

Dia lantas menceritakan rekam jejak Sandiaga Uno. Kata Ahmad, Sandi masuk ke Partai Gerindra pada 2014. Lalu di 2016, Sandi diusung Partai Gerindra menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta sebelum akhirnya menjadi Calon Wakil Gubernur Ibukota mendampingi Anies Baswedan.

"Waktu itu dia (Sandiaga Uno) bukan orang yang terkenal. Sebagai pengusaha iya, tapi sebagai newcomers (pendatang baru) di bidang politik, belum. Pak prabowo yang menggadang-gadang dia untuk jadi gubernur DKI lawan pak Ahok," ungkap Ahmad.

"2017 terpilih jadi Wagub (Wakil Gubernur) DKI bersama pak Anies atas perjuangan seluruh kader Gerindra, rakyat Jakarta, tentu juga bersama rekomendasi pak Prabowo," tambahnya.

Kemudian, di 2019 Sandiaga Uno dipercaya menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi Calon Presiden (Capres).

"Dari sisi ini sebenernya ini posisi politik yang sangat cepat dibanding kader gerindra lain. Setelah itu 2019 dampingi pak Prabowo tidak sampai terpilih, dan 1,5 tahun kemudian jadi Menparekraf (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) sampai sekarang," jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya