JAKARTA - Hari Raya Idul Fitri 1444 H dijadikan sebagai momentum untuk berkumpul bersama sanak saudara. Namun ternyata, tidak semua orang dapat merasakan hal tersebut.
Yudi, salah seorang sopir bus Pahala Kencana rute Madura-Jakarta-Madura menceritakan suka duka nya menjadi seorang sopir saat arus mudik dan balik Lebaran 2023.
"Suka duka kalau jalanan pas lancar ya senang, tapi sedihnya kalau pas lagi macet lebaran jadi tidak bisa pulang untuk kumpul bareng keluarga," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (24/4/2023).
Namun demikian, Yudi mengaku dirinya ikut senang lantaran dapat membantu masyarakan yang mudik untuk bisa bertemu dengan saudara-saudara.
"Kita ikut rasain senang ya kita bisa bantu saudara-saudara kita bisa mudik walau kita sendiri tidak bisa kumpul dengan keluarga," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nardi, yang juga sopir bus Pahala Kencana, mengatakan, dirinya bersama dengan Yudi bergantian mengendarai bus. Katanya, selama arus mudik dan balik tahun ini, keduanya sudah 5 kali PP Jakarta-Madura-Jakarta.
"Sudah 5 kali PP, satu bus dua sopir kan ganti-gantian nyopirnya. Kalo kernet nya 1," lanjutnya.
Yudi bercerita, selama 5 kali PP itu, perjalanan paling berkesan yakni saat puncak arus mudik di tanggal 19 April 202 lalu.
"Ya, paling berkesan pas kapn? Pas puncak arus mudik tanggal 19 karena macet banget sebelum tol japek. Arah balik ke Jakartanya harus leqat bawah, nostalgia lagi deh lewat Pantura," tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)