Dalam kesempatan yang sama, Nardi, yang juga sopir bus Pahala Kencana, mengatakan, dirinya bersama dengan Yudi bergantian mengendarai bus. Katanya, selama arus mudik dan balik tahun ini, keduanya sudah 5 kali PP Jakarta-Madura-Jakarta.
"Sudah 5 kali PP, satu bus dua sopir kan ganti-gantian nyopirnya. Kalo kernet nya 1," lanjutnya.
Yudi bercerita, selama 5 kali PP itu, perjalanan paling berkesan yakni saat puncak arus mudik di tanggal 19 April 202 lalu.
"Ya, paling berkesan pas kapn? Pas puncak arus mudik tanggal 19 karena macet banget sebelum tol japek. Arah balik ke Jakartanya harus leqat bawah, nostalgia lagi deh lewat Pantura," tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)