LONDON - Para astronom pertama kali menemukan quasar, yang dianggap sebagai objek paling terang dan paling kuat di alam semesta, 60 tahun yang lalu — tetapi mereka tidak memahami asal usulnya. Sekarang, para ilmuwan memperkirakan mereka telah membuka misteri di balik apa yang menyulut benda-benda langit ini.
Quasar memiliki luminositas yang sama dengan satu triliun bintang yang terkandung dalam ruang seukuran tata surya kita — yang hanya menampung satu bintang. Sedangkan galaksi Bima Sakti menampung setidaknya 100 miliar bintang.
Para astronom mengamati 48 galaksi berbeda yang mengandung quasar dan membandingkannya dengan lebih dari 100 galaksi tanpa quasar.
Para peneliti menemukan bahwa tabrakan galaksi kemungkinan besar memicu quasar, memperkirakan bahwa galaksi yang menampung quasar tiga kali lebih mungkin bertabrakan dengan galaksi lain.
Ketika dua galaksi bergabung, sejumlah besar gas terdorong menuju lubang hitam supermasif yang terletak di pusatnya. Tepat sebelum gas ditelan oleh lubang hitam, sejumlah besar energi dilepaskan dalam bentuk pancaran radiasi, menciptakan quasar.
Para astronom menggunakan Teleskop Isaac Newton yang terletak di La Palma, yang merupakan bagian dari Kepulauan Canary di Spanyol. Pengamatan pencitraan mendalam mereka mengungkapkan struktur terdistorsi di wilayah terluar setiap galaksi yang menampung quasar.