Siapa Ratu Terjahat di Dunia? Ternyata Ini Sosoknya

Cahyo Yulianto, Jurnalis
Sabtu 06 Mei 2023 17:04 WIB
Ilustrasi (Foto:Reuters)
Share :

JAKARTA- Siapa ratu terjahat di dunia ternyata pernah menjabat dalam suatu pemerintahan. Biasanya sosok ratu dianggap, bertanggung jawab untuk mengayomi setiap masyarakat di bawah pemerintahannya.

Akan tetapi, tidak selamanya ratu yang memimpin selalu bersifat adil, bijak dan mengayomi masyarakatnya. Ada pula ratu yang justru bersifat sangat kejam.

Siapa ratu terjahat di dunia adalah ratu Madagaskar, Ranavalona I. Hal ini terlihat kejahatan peertamanya sudah dimulai dari cara dia menaiki tahta.

Pada 1828, sepeninggal suaminya, Ranavalona I membunuh semua calon pemimpin lainnya (istri, anak laki-laki hingga ibu) agar hanya ada dirinya yang mampu menjadi ratu. Saat itu usia Ranavalona I berkisar antara 30 hingga 40 tahun.

Dalam 33 tahun masa kekuasaannya, Ranavalona I tidak segan-segan untuk menyiksa dan membunuh rakyatnya serta orang asing. Tidak hanya itu, Ranavalona I juga mengisolasi wilayahnya dari segala bentuk pengaruh yang berasal dari luar.

Saat itu, segala bentuk perjanjian yang dilakukan oleh pemimpin sebelumnya dengan Inggris Raya, dibatalkan oleh Ranavalona I. Kemudian Ranavalona I juga memberikan kembali kekuasaan kepada para bangsawan dan juga dukun yang membuat pembangunan disana terhenti. Alhasil, Madagaskar menjadi pulau yang terisolasi secara ekonomi lagi.

Masyarakat miskin yang disebut Fanompoana dipekerjakan secara paksa untuk membangun rumah, memikul para bangsawan dalam tandu, dijadikan tentara. Hal itu dianggap sebagai cara mereka untuk membayar pajak yang tidak mampu mereka bayarkan. Oleh sebab itu, ada banyak masyarakat yang justru mati kelaparan karena kerja paksa tersebut.

Pada tahun 1835, Ranavalona I mendadak jatuh sakit. Akan tetapi dirinya berhasil disembuhkan oleh rakyatnya. Dirinya kemudian menganggap jika kesembuhannya berasal dari kekuatan Sampy, 12 jimat. Akibatnya, Ranavalona I memutuskan untuk menyebarluaskan kembali tradisi lama dan melarang kebebasan beribadah untuk umat kristiani.

Setelah Ranavalona I menetapkan hal tersebut, banyak umat kristiani yang melarikan diri. Bagi mereka yang masih bertahan, mereka akan disiksa dan juga dibunuh secara brutal yang kemudian disebut sebagai Penghakiman Tuan. Beberapa cara yang digunakan Ranavalona I untuk menyiksa dan membunuh rakyatnya adalah dengan memenggal, menggantung, merebus, membakar, hingga mengubur secara hidup-hidup.

Bagi para tersangka perampokan dan pencurian, mereka akan dihukum untuk menelan racun kacang Tangena. Tersangka yang selamat dari racun tersebut akan dianggap tidak bersalah. Namun hal itu tidak pernah terjadi.

Pemerintahan Ranavalona I berakhir setelah dirinya meninggal pada Agustus 1861. Sejak saat itu, Madagaskar dipimpin oleh putranya yang berusia 32 tahun. Secara total, penduduk Madagaskar berkurang dari sekitar 5 juta jiwa hingga menjadi kurang dari setengahnya sepanjang masa kepemimpinan Ranavalona I.

(RIN)

 

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya