JAKARTA- Menguak siapa penemu nasi kucing yang biasanya disajikan dalam warung angkringan.
Kudapan ini biasanya menghadirkan menu seperti sate telur puyuh, sate kerang, sate usus, dan lain-lain. Nasi kucing sendiri sangat populer di kalangan para mahasiswa.
Menguak siapa penemu nasi kucing dari berbagai sumber,merupakan makanan sederhana khas dari Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Namun, tidak ada catatan resmi mengenai siapa yang pertama kali menciptakan nasi kucing ini.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa nasi kucing berasal dari kebiasaan para penjaja makanan di zaman dahulu yang kerap memberikan sedikit nasi yang dicampur dengan sedikit gereh pindang atau ikan asin kepada kucing-kucing liar yang sering berkeliaran di sekitar pasar.
Karena itulan nasi kucing memiliki porsi yang sedikit dengan lauk sederhana, seperti potongan kecil ikan asin, sambal teri, atau orek tempe. Namun saat ini lauk nasi kucing sudah lebih beragam, seperti ayam suwir, jeroan, dan lain-lain.
Ada pula sumber lain yang mengatakan jika nasi kucing memiliki porsi yang sangat kecil karena menyesuaikan perekonomian para rakyat kecil di zaman dulu.
Dengan porsi yang paling tidak 1-3 sendok makan nasi dan secuil lauk, nasi kucing tentunya dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau. Harga satu porsi nasi kucing bisa dihargai Rp 1.000 - Rp. 3.000 saja.
Meskipun tidak ada catatan resmi mengenai penemu nasi kucing, makanan ini sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Saat ini, nasi kucing sudah banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia dan menjadi salah satu makanan favorit di kalangan anak muda dan pecinta kuliner.
(RIN)
(Rani Hardjanti)