Kala Kopassus Selamatkan Pasukan Elite Spanyol dari Kepungan Hizbullah Bersenjata Lengkap

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 11 Mei 2023 06:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) biasanya memiliki reputasi yang baik ketika ditempatkan di negara asing. Bahkan dalam sebuah kesempatan, reputasi baik pasukan TNI itu berhasil menyelamatkan pasukan lain dari sebuah insiden yang dapat berujung fatal.

Efek dari reputasi tentara Indonesia itu terlihat dari sebuah insiden yang melibatkan tentara Spanyol dan milisi Hizbullah di Lebanon. Saat itu, prajurit Kopassus yang ditugaskan di misi penjaga perdamaian di Lebanon berhasil menyelamatkan pasukan elite Spanyol dari kepungan milisi Hizbullah.

Dikisahkan dalam buku “Kopassus untuk Indonesia” yang disusun E.A Natagera dan Iwan Santosa, Insiden bermula ketika Tim Recce (pengintai) dari Spanyol yang beranggotakan 60 orang dengan 10 unit panser melakukan berpatroli di sekitar Lebanon. Di tengah perjalanan, tim itu melihat sebuah kabel di saluran air.

Kabel yang diduga merupakan aliran komunikasi milisi Hizbullah. Barang itupun difoto sebagai barang bukti untuk dilaporkan kepada komandan mereka.

Sayangnya, kegiatan tersebut diketahui oleh anggota milisi Hizbullah, yang kemudian melakukan pengejaran dengan senjata lengkap, menggunakan motor trail dan membawa senjata AK-47 serta roket anti-tank/ RPG.

“Anda punya senjata, kami juga punya senjata. Kami tidak takut menghadapi Anda,”ujar salah satu milisi Hizbullah.

Karena terdesak, pasukan Spanyol kemudian menghubungi anggota TNI yang juga ada di Lebanon. Baik pasukan TNI dan pasukan Spanyol memang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB United Nation Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Pasukan TNI yang datang segera menengahi dan meminta kedua kelompok tersebut berdialog.

Pada akhirnya, pasukan milisi Hizbullah setuju untuk berdamai dan menghindari konflik. Mereka hanya meminta memory card yang digunakan pasukan Spanyol diberikan kepadanya. Syarat ini pun disetujui oleh pihak militer Spanyol tanpa ada pertentangan berarti.

Setelah situasi membaik, pasukan TNI kemudian berbicara dengan anggota Hizbullah dan mencoba meluruskan permasalahan. Di sinilah reputasi baik pasukan TNI yang terkenal dekat dengan warga sekitarnya, gemar membantu dan dinilai ramah oleh masyarakat Libanon berperan besar.

Hal ini dikonfirmasi salah seorang anggota milisi Hizbullah yang mengatakan bahwa jika bukan pasukan Indonesia yang meminta, akhir masalahnya mungkin akan berbeda. Mereka memutuskan untuk berdialog dan menghindari konflik, karena menghormati pasukan Indonesia.

"Kami orang Lebanon sebenarnya tidak menghargai dan menghormati UNIFIL. Karena, mereka tidak berpihak secara adil pada orang Lebanon. Tetapi, kami melakukan ini karena sangat menghormati Anda orang Indonesia," ujar salah seorang anggota Hizbullah.

Setelah peristwa itu, Chief of Cimic Sector Major Ferera mengucapkan terima kasih kepada Staff Cimic Indonesia atas bantuan penyelesaian masalah, termasuk perlindungan serta pengamanan terhadap Tim Recce Spanyol.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya