JAKARTA - Nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD jadi salah satu yang disetorkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) ke Presiden Jokowi melalui Musyawarah Rakyat (Musra) Nasional.
Diketahui, ada tiga nama calon presiden (capres) dan empat nama cawapres yang diserahkan ke Jokowi untuk kemudian dibisikkan ke partai-partai politik sebagai bahan pertimbangan.
Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani yang juga hadir dalam Musra menilai, nama Mahfud MD turut masuk dalam radar partainya, bersamaan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
"Saya kira kalau sepanjang terkait dengan dua nama cawapres itu baik Pak Mahfud dan Pak sandiaga Uno yang dihasilkan musra itu juga adalah nama yang radarnya kuat di PPP," kata Arsul Sani saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/5/2023).
Namun, kata Arsul, nama-nama tersebut tidak dapat diungkap ke publik. Sebab yang dapat mengusung pasangan capres-cawapres hanya partai politik atau gabungan partai politik. Presiden, lanjutnya, harus berpegang pada hal itu.
"Saya kira saya menggarisbawahi yang disampaikan presiden bahwa konstitusi kita itu bukan hanya memberikan kesempatan kepada partai politik untuk mengajukan Pasangan calon presiden dan wakil presiden," katanya.